Kabarbanten.com
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Kabarbanten.com
No Result
View All Result
Home Tangerang Kota Tangerang

Sejarah Singkat Kota Tangerang Provinsi Banten

kabarbanten.com
3 Maret 2025
Sejarah Singkat Kota Tangerang Provinsi Banten

 

Kota Tangerang memasuki usianya ke-32 tahun. Tidak semuda usia yang dikira, sejarah Kota Tangerang telah membentang panjang sampai 4 abad ke balakang, mulai dari bagian penting dari Kesultanan Banten, Ommelanden pada masa kolonial, sampai menjadi kota otonom yang modern dan berdaya saing.Catatan historis Kota Tangerang dimulai pada abad ke 17 silam. Kala itu, Kota Tangerang dikenal dengan daerah penting di bantaran Sungai Cisadane yang menjadi penanda perbatasan otonomi dua kekuatan politik besar antara Kesultanan Banten dan Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda. Penyebutan istilah “Tangerang” sendiri diambil dari bahasa Sunda, yakni “tangger” yang berarti “tanda” yang menjadi cikal bakal berkembangnya Kota Tangerang sampai sekarang.

Berdasarkan catatan sumber sejarah, pembangunan Kota Tangerang juga sengaja dibangun untuk menunjang ibu kota. Semisal, M.A.A Syahid menjelaskan, bahwa Kota Tangerang sejak abad 18 telah berperan penting dalam membantu berbagai aktivitas ekonomi dan industrialisasi di Batavia (sekarang disebut Jakarta).

Tidak heran, Kota Tangerang berkembang dalam proses modernisasi lebih lanjut dengan penyebutan yang populer sebagai “Kota Seribu Industri, Sejuta Jasa.”

“Tangerang di masa penjajahan dianggap ‘pinggirnya pinggiran’ (periphery of periphery), di mana Batavia menjadi pusat di Hindia Belanda. Di wilayah ini, masyarakat bumiputera dan Tionghoa mengalami eksploitasi lahan dan sumber daya (penggilingan tebu, eksploitasi lada, dan komoditas lokal lainnya), serta pembangunan penjara-penjara untuk membuang para tawanan,” tulis M.A.A Syahid ketika menjelaskan peran Kota Tangerang di era kolonialisme dalam bukunya “Membangun Pinggiran, Menyangga Ibukota: Arsitektur dan Infrastuktur Kolonial di Tangerang Abad 18-20.”

Selanjutnya, sejarah Kota Tangerang juga tidak bisa dilepaskan dari masa integrasi bersama daerah induknya, yakni Kabupaten Tangerang. Berkembang dengan sangat pesat, Kota Tangerang bertransformasi menjadi daerah otonom melalui beberapa tahapan penting, mulai pembentukan Kota Administratif Tangerang pada tahun 1981, sampai meningkat menjadi Kotamadya Tangerang berdasarkan UU. No. 2 Tahun 1993 disertai pelantikan Djakaria Mahmud sebagai Pejabat Wali Kotamadya Tangerang.

“Setelah mempertimbangkan berbagai macam aspek, seperti aspirasi masyarakat serta perkembangan pembangunan yang sangat pesat pada masa itu, maka wilayah Kabupaten Tangerang mengalami pengembangan dengan dibentuknya Kota Administratif Tangerang. Tujuannya utamanya juga sangat jelas yakni untuk mendorong peningkatan laju pembangunan,” mengutip dari buku “Tiga Dekade Sejarah dan Pembangunan Kota Tangerang” yang diterbitkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang.

Saat ini, kota yang bermotto “Bhakti Karya Adhi Kerta Raharja” tersebut terus menunjukkan proses pembangunan yang signifikan dengan ditopang kekayaan heterogenitas kebudayaan yang sangat pluralis. Bahkan memasuki usia barunya tersebut, Kota Tangerang melampaui sebagai kawasan industri melainkan penghubung pusaran global-lokal sebagai “Gateway of Indonesia.”

ADVERTISEMENT

 

Kota Tangerang memasuki usianya ke-32 tahun. Tidak semuda usia yang dikira, sejarah Kota Tangerang telah membentang panjang sampai 4 abad ke balakang, mulai dari bagian penting dari Kesultanan Banten, Ommelanden pada masa kolonial, sampai menjadi kota otonom yang modern dan berdaya saing.Catatan historis Kota Tangerang dimulai pada abad ke 17 silam. Kala itu, Kota Tangerang dikenal dengan daerah penting di bantaran Sungai Cisadane yang menjadi penanda perbatasan otonomi dua kekuatan politik besar antara Kesultanan Banten dan Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda. Penyebutan istilah “Tangerang” sendiri diambil dari bahasa Sunda, yakni “tangger” yang berarti “tanda” yang menjadi cikal bakal berkembangnya Kota Tangerang sampai sekarang.

Berdasarkan catatan sumber sejarah, pembangunan Kota Tangerang juga sengaja dibangun untuk menunjang ibu kota. Semisal, M.A.A Syahid menjelaskan, bahwa Kota Tangerang sejak abad 18 telah berperan penting dalam membantu berbagai aktivitas ekonomi dan industrialisasi di Batavia (sekarang disebut Jakarta).

Tidak heran, Kota Tangerang berkembang dalam proses modernisasi lebih lanjut dengan penyebutan yang populer sebagai “Kota Seribu Industri, Sejuta Jasa.”

“Tangerang di masa penjajahan dianggap ‘pinggirnya pinggiran’ (periphery of periphery), di mana Batavia menjadi pusat di Hindia Belanda. Di wilayah ini, masyarakat bumiputera dan Tionghoa mengalami eksploitasi lahan dan sumber daya (penggilingan tebu, eksploitasi lada, dan komoditas lokal lainnya), serta pembangunan penjara-penjara untuk membuang para tawanan,” tulis M.A.A Syahid ketika menjelaskan peran Kota Tangerang di era kolonialisme dalam bukunya “Membangun Pinggiran, Menyangga Ibukota: Arsitektur dan Infrastuktur Kolonial di Tangerang Abad 18-20.”

Selanjutnya, sejarah Kota Tangerang juga tidak bisa dilepaskan dari masa integrasi bersama daerah induknya, yakni Kabupaten Tangerang. Berkembang dengan sangat pesat, Kota Tangerang bertransformasi menjadi daerah otonom melalui beberapa tahapan penting, mulai pembentukan Kota Administratif Tangerang pada tahun 1981, sampai meningkat menjadi Kotamadya Tangerang berdasarkan UU. No. 2 Tahun 1993 disertai pelantikan Djakaria Mahmud sebagai Pejabat Wali Kotamadya Tangerang.

“Setelah mempertimbangkan berbagai macam aspek, seperti aspirasi masyarakat serta perkembangan pembangunan yang sangat pesat pada masa itu, maka wilayah Kabupaten Tangerang mengalami pengembangan dengan dibentuknya Kota Administratif Tangerang. Tujuannya utamanya juga sangat jelas yakni untuk mendorong peningkatan laju pembangunan,” mengutip dari buku “Tiga Dekade Sejarah dan Pembangunan Kota Tangerang” yang diterbitkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang.

Saat ini, kota yang bermotto “Bhakti Karya Adhi Kerta Raharja” tersebut terus menunjukkan proses pembangunan yang signifikan dengan ditopang kekayaan heterogenitas kebudayaan yang sangat pluralis. Bahkan memasuki usia barunya tersebut, Kota Tangerang melampaui sebagai kawasan industri melainkan penghubung pusaran global-lokal sebagai “Gateway of Indonesia.”

Tags: BantenKota TangerangTangerangTangerang Raya
Share4Tweet2SendShare
Previous Post

Perubahan Jam Operasional Pelayanan Disdukcapil dan MPP Kota Tangerang Selama Ramadan 2025

Next Post

Rutin Musnahkan 4.982 Botol Miras, Komitmen Penegakan Hukum Pemkot Tangerang Diapresiasi Pemprov

Related Posts

Creative Portfolio Showcase Jadi Inovasi Penilaian Kreatif Pengganti Ujian Tertulis di SMK Budi Luhur
Banten

Creative Portfolio Showcase Jadi Inovasi Penilaian Kreatif Pengganti Ujian Tertulis di SMK Budi Luhur

kabarbanten.com
9 Juni 2026
Pemkot Tangerang Integrasikan Pos Pantau Sungai Cisadane
Kota Tangerang

Pemkot Tangerang Integrasikan Pos Pantau Sungai Cisadane

kabarbanten.com
8 Mei 2026
Jelang Iduladha 1447 H, Pemerintah Kota Tangerang Mulai Lakukan Pendataan dan Pengawasan Lapak Hewan Kurban
Kota Tangerang

Jelang Iduladha 1447 H, Pemerintah Kota Tangerang Mulai Lakukan Pendataan dan Pengawasan Lapak Hewan Kurban

kabarbanten.com
8 Mei 2026
Sekda Kota Tangerang Dorong Pelayanan Publik Lebih Responsif
Kota Tangerang

Sekda Kota Tangerang Dorong Pelayanan Publik Lebih Responsif

kabarbanten.com
8 Mei 2026
Wakil Wali Kota Tangerang Ajak Masyarakat Terus Tebar Nilai Kebaikan
Kota Tangerang

Wakil Wali Kota Tangerang Ajak Masyarakat Terus Tebar Nilai Kebaikan

kabarbanten.com
8 Mei 2026
Perkuat Konsep Aerotropolis, Pemkot Tangerang Gandeng Kemenhub
Kota Tangerang

Perkuat Konsep Aerotropolis, Pemkot Tangerang Gandeng Kemenhub

kabarbanten.com
7 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


  • Trending
  • Comments
  • Latest
Daftar Nama 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang

Daftar Nama 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang

4 Februari 2025
Peta Wilayah Pamulang Tahun 1942

Peta Wilayah Pamulang Tahun 1942

31 Agustus 2021
Airin Rachmi Diany Dikalungi Selendang oleh Keluarga Aria Wangsakara

Airin Rachmi Diany Dikalungi Selendang oleh Keluarga Aria Wangsakara

21 Desember 2023
Dari Sampah Organik Jadi Rupiah, PT IKPP Tangerang Latih KWT Membuat Eco Enzym

Dari Sampah Organik Jadi Rupiah, PT IKPP Tangerang Latih KWT Membuat Eco Enzym

27 Agustus 2026
Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

24 September 2026
STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku Manajemen Cinta dan Mutu Pendidikan Islam

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku Manajemen Cinta dan Mutu Pendidikan Islam

22 September 2026
PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

20 September 2026
IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

12 September 2026
Facebook Twitter Instagram TikTok
Kabarbanten.com

Disclaimer | Kode Etik | Privacy Policy |

Tentang Kami | Pedoman Media Siber 

 Contact

© 2020-2024 Kabarbanten.com. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita

© 2020-2024 Kabarbanten.com. All Rights Reserved