Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendukung penuh percepatan perbaikan dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas jalan nasional dan provinsi yang melintasi wilayah Tangsel. Pasalnya, sejumlah titik lampu jalan dilaporkan mati dan tidak berfungsi sehingga dinilai membahayakan pengguna jalan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penerangan Jalan Umum (PJU) di Ruas Jalan Nasional Wilayah Provinsi Banten yang digelar di BLKI Provinsi Banten, Serpong Utara pada Selasa (19/5/2026).
“Kami Pemkot Tangsel mendukung langkah Pak Gubernur (Andra Soni) dalam mendorong PU (Pekerjaan Umum) Pusat, khususnya terkait PJU untuk dioptimalkan pemasangan PJU di wilayah Provinsi Banten, khususnya di Tangerang Selatan,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah ruas strategis di Tangsel seperti kawasan Ciputat dan Pamulang membutuhkan peningkatan dan peremajaan lampu jalan karena banyak PJU yang sudah tidak berfungsi optimal.
“Karena ada beberapa yang mati, ada beberapa yang tidak jalan. Ini harus segera diganti untuk menghindari kecelakaan dan juga kriminalitas,” kata dia.
Pilar menjelaskan, selama ini Pemkot Tangsel rutin mengalokasikan anggaran program “Tangsel Terang” untuk pemasangan PJU di lingkungan perumahan, perkampungan, hingga jalan kota. Sementara untuk jalan provinsi, pihaknya terus mengusulkan titik-titik prioritas kepada Pemerintah Provinsi Banten.
Namun demikian, ia menilai koordinasi dengan pemerintah pusat perlu diperkuat agar penanganan PJU di jalan nasional dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
“Ini perlu diakselerasikan terus supaya komunikasi kami, Pemkot Tangsel dengan PU di pusat bisa berjalan dengan baik, itu yang paling penting. Kalau ada lampu putus atau kerusakan, responsnya bisa cepat,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan rapat koordinasi tersebut digelar untuk menyamakan data dan persepsi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga PLN terkait penanganan PJU di jalan nasional.
“Tujuan rapat ini menyamakan persepsi, menyamakan data, dan menyelaraskan upaya agar persoalan penerangan jalan umum bisa kita selesaikan bersama-sama,” kata Andra.
Ia mengungkapkan, total panjang jalan nasional di Provinsi Banten mencapai sekitar 560 kilometer yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, Tangerang Selatan memiliki sekitar 10 kilometer jalan nasional yang dinilai sangat strategis karena menjadi akses langsung menuju Jakarta.
Menurut Andra, berdasarkan data sementara, kebutuhan PJU di jalan nasional wilayah Banten mencapai sekitar 8.000 titik.
“Selama ini masyarakat sering bingung ini kewenangan pusat, provinsi, atau kota. Sekarang kami duduk bersama menyamakan pemahaman bahwa ini tanggung jawab bersama untuk pelayanan masyarakat,” tuturnya. (fid)













