Kabarbanten.com
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Kabarbanten.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Inilah Lima Prioritas Riset Nasional untuk Energi Baru Terbarukan

kabarbanten.com
20 April 2021
Inilah Lima Prioritas Riset Nasional untuk Energi Baru Terbarukan

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dan Menteri ESDM Arifin Tasrif memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Selasa (20/04/2021). (Foto: Humas Setkab/Agung)

Sejumlah inovasi dan kesiapan teknologi dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan energi nasional sekaligus mengubah komposisi energi menjadi lebih condong kepada energi baru terbarukan (EBT). Oleh sebab itu, pemerintah melalui Kementerian Riset Dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) telah mencanangkan beberapa kegiatan terkait EBT tersebut di dalam Prioritas Riset Nasional  Periode 2020-2024.

“Tentunya target akhirnya adalah pada 2024, kita bisa mendapatkan peningkatan dari energi baru terbarukan di dalam energi mix nasional,” ujar Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Selasa (20/04/2021), usai mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dipaparkan Bambang, terdapat lima agenda utama terkait EBT yang dilakukan dalam Prioritas Riset Nasional 2020-2024.

Pertama adalah bahan bakar nabati, dengan target dapat menghasilkan bahan bakar yang 100 persen berasal dari bahan baku kelapa sawit.

“Saat ini dengan menggunakan katalis yang dikembangkan di ITB, kita sudah melakukan uji coba di kilang Pertamina, sehingga harapannya tidak lama lagi kita bisa masuk pada skala produksi, baik untuk diesel, bensin, maupun untuk avtur. Tujuan akhirnya adalah untuk bisa kita mengurangi impor dari BBM itu sendiri,” ungkap Kepala BRIN.

Kedua adalah biogas, yang banyak dipakai terutama di perkebunan sawit. “Ini akan sangat menjadi alternatif terbaik untuk penyediaan listrik di tempat-tempat yang relatif terpencil. Saat ini teknologinya sudah dikembangkan di beberapa tempat, dan harapannya bisa dipakai secara luas,” papar Bambang.

Selanjutnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) skala kecil. Disebutkan Menristek, Indonesia merupakan salah satu negara dengan kandungan panas bumi terbesar di dunia, namun pemanfaatannya belum maksimal. Hal tersebut disebabkan sangat mahalnya investasi yang dibutuhkan pada pembangkit berskala besar.

“Karena itu kami mengembangkan PLTP skala kecil yang mudah-mudahan bisa dikembangkan di berbagai daerah yang punya kandungan panas bumi, sehingga listrik yang dihasilkan akan bermanfaat bagi daerah sekitarnya,” imbuhnya.

Keempat adalah baterai listrik. Bambang mengungkapkan, selain baterai litium, pihaknya juga mengembangkan fast charging untuk keperluan kendaraan listrik serta teknologi battery swapping.

“Dengan teknologi seperti itu, kita harapkan nantinya ketika kendaraan listrik mulai dipromosikan sebagai komitmen kita mengurangi emisi, maka teknologi itu sudah siap pakai dan bisa dikembangkan di Indonesia,” ujarnya.

Kelima, pemerintah tetap menjaga pengembangan teknologi nuklir, untuk memastikan pemenuhan kebutuhan listrik saat ekonomi Indonesia semakin tumbuh di masa yang akan datang.

“Untuk memastikan listrik memadai, tentunya kita pada satu sisi juga harus comply kepada yang namanya Paris Agreement atau green economy. Karenanya bagaimanapun kesiapan teknologi nuklir harus terus dijaga, terutama dari unsur keselamatannya, baik lokasi maupun teknologi yang menjamin keselamatan dari teknologi nuklir tersebut,” ujar Menristek.

Ditambahkan Bambang, dalam kerangka Paris Agreement dan green economy yang diinginkan oleh Presiden Jokowi, pihaknya juga mengembangkan penelitian berbasis ekonomi sirkuler. Selama ini ekonomi bersifat linier di mana limbahnya tidak terurus dan menjadi beban.

“Dengan ekonomi sirkular, limbah yang muncul dari kegiatan ekonomi akan diolah kembali, bisa diolah menjadi bahan lainnya, tapi sebagian bisa menjadi energi,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, papar Bambang, teknologi pembangkit listrik berbasis sampah atau teknologi pengolahan sampahharus terus dikembangkan dengan memperhatikan berbagai jenis sampah yang ada di Indonesia.

“Kita harapkan, kota-kota besar di Indonesia bisa segera menerapkan bahwa untuk pengolahan sampah, selain cara-cara yang tradisional, mereka harus mulai mengembangkan pembangkit listrik dengan berbasis sampah tersebut. Sehingga dengan satu aktivitas seperti ini, kita bisa mencapai dua tujuan, yaitu tujuan untuk kebersihan lingkungannya dan tujuan juga untuk penyediaan energi yang bersifat terbarukan,” pungkasnya. (DND/UN)

ADVERTISEMENT

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dan Menteri ESDM Arifin Tasrif memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Selasa (20/04/2021). (Foto: Humas Setkab/Agung)

Sejumlah inovasi dan kesiapan teknologi dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan energi nasional sekaligus mengubah komposisi energi menjadi lebih condong kepada energi baru terbarukan (EBT). Oleh sebab itu, pemerintah melalui Kementerian Riset Dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) telah mencanangkan beberapa kegiatan terkait EBT tersebut di dalam Prioritas Riset Nasional  Periode 2020-2024.

“Tentunya target akhirnya adalah pada 2024, kita bisa mendapatkan peningkatan dari energi baru terbarukan di dalam energi mix nasional,” ujar Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Selasa (20/04/2021), usai mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dipaparkan Bambang, terdapat lima agenda utama terkait EBT yang dilakukan dalam Prioritas Riset Nasional 2020-2024.

Pertama adalah bahan bakar nabati, dengan target dapat menghasilkan bahan bakar yang 100 persen berasal dari bahan baku kelapa sawit.

“Saat ini dengan menggunakan katalis yang dikembangkan di ITB, kita sudah melakukan uji coba di kilang Pertamina, sehingga harapannya tidak lama lagi kita bisa masuk pada skala produksi, baik untuk diesel, bensin, maupun untuk avtur. Tujuan akhirnya adalah untuk bisa kita mengurangi impor dari BBM itu sendiri,” ungkap Kepala BRIN.

Kedua adalah biogas, yang banyak dipakai terutama di perkebunan sawit. “Ini akan sangat menjadi alternatif terbaik untuk penyediaan listrik di tempat-tempat yang relatif terpencil. Saat ini teknologinya sudah dikembangkan di beberapa tempat, dan harapannya bisa dipakai secara luas,” papar Bambang.

Selanjutnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) skala kecil. Disebutkan Menristek, Indonesia merupakan salah satu negara dengan kandungan panas bumi terbesar di dunia, namun pemanfaatannya belum maksimal. Hal tersebut disebabkan sangat mahalnya investasi yang dibutuhkan pada pembangkit berskala besar.

“Karena itu kami mengembangkan PLTP skala kecil yang mudah-mudahan bisa dikembangkan di berbagai daerah yang punya kandungan panas bumi, sehingga listrik yang dihasilkan akan bermanfaat bagi daerah sekitarnya,” imbuhnya.

Keempat adalah baterai listrik. Bambang mengungkapkan, selain baterai litium, pihaknya juga mengembangkan fast charging untuk keperluan kendaraan listrik serta teknologi battery swapping.

“Dengan teknologi seperti itu, kita harapkan nantinya ketika kendaraan listrik mulai dipromosikan sebagai komitmen kita mengurangi emisi, maka teknologi itu sudah siap pakai dan bisa dikembangkan di Indonesia,” ujarnya.

Kelima, pemerintah tetap menjaga pengembangan teknologi nuklir, untuk memastikan pemenuhan kebutuhan listrik saat ekonomi Indonesia semakin tumbuh di masa yang akan datang.

“Untuk memastikan listrik memadai, tentunya kita pada satu sisi juga harus comply kepada yang namanya Paris Agreement atau green economy. Karenanya bagaimanapun kesiapan teknologi nuklir harus terus dijaga, terutama dari unsur keselamatannya, baik lokasi maupun teknologi yang menjamin keselamatan dari teknologi nuklir tersebut,” ujar Menristek.

Ditambahkan Bambang, dalam kerangka Paris Agreement dan green economy yang diinginkan oleh Presiden Jokowi, pihaknya juga mengembangkan penelitian berbasis ekonomi sirkuler. Selama ini ekonomi bersifat linier di mana limbahnya tidak terurus dan menjadi beban.

“Dengan ekonomi sirkular, limbah yang muncul dari kegiatan ekonomi akan diolah kembali, bisa diolah menjadi bahan lainnya, tapi sebagian bisa menjadi energi,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, papar Bambang, teknologi pembangkit listrik berbasis sampah atau teknologi pengolahan sampahharus terus dikembangkan dengan memperhatikan berbagai jenis sampah yang ada di Indonesia.

“Kita harapkan, kota-kota besar di Indonesia bisa segera menerapkan bahwa untuk pengolahan sampah, selain cara-cara yang tradisional, mereka harus mulai mengembangkan pembangkit listrik dengan berbasis sampah tersebut. Sehingga dengan satu aktivitas seperti ini, kita bisa mencapai dua tujuan, yaitu tujuan untuk kebersihan lingkungannya dan tujuan juga untuk penyediaan energi yang bersifat terbarukan,” pungkasnya. (DND/UN)

Tags: IndonesiaNasionalNusantara
Share3Tweet2SendShare
Previous Post

Presiden Terbitkan Keppres Panitia Pencalonan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Olimpiade 2032

Next Post

Presiden Pimpin Sidang Paripurna DEN Bahas Strategi Besar Energi Nasional

Related Posts

Nasional

MI dan MA Pembangunan UIN Jakarta Borong Prestasi di Jakarta Madrasah Award 2026

kabarbanten.com
4 Februari 2026
Harumkan Nama Indonesia, Audric Tsai Tembus VEX Robotics World Championship
Nasional

Harumkan Nama Indonesia, Audric Tsai Tembus VEX Robotics World Championship

kabarbanten.com
4 Februari 2026
Hery Haryanto Azumi: NU Bangkit dari Arus Bawah Menuju Solusi Nasional
Nasional

GKB-NU: Bersama Prabowo, Indonesia Harus Jadi Penjaga Perdamaian Dunia di Board of Peace

kabarbanten.com
3 Februari 2026
Alfamidi Gelar Pelatihan Eco Enzyme, Warga Antusias Kelola Sampah Organik
Nasional

Alfamidi Gelar Pelatihan Eco Enzyme, Warga Antusias Kelola Sampah Organik

kabarbanten.com
30 Januari 2026
Borong Enam Gelar Nasional, SWA RoboKnights Wakili Indonesia ke Kejuaraan Dunia VEX Robotics AS
Nasional

Borong Enam Gelar Nasional, SWA RoboKnights Wakili Indonesia ke Kejuaraan Dunia VEX Robotics AS

kabarbanten.com
29 Januari 2026
UIN Jakarta–BRIN Bahas Penguatan Kolaborasi Riset
Nasional

UIN Jakarta–BRIN Bahas Penguatan Kolaborasi Riset

kabarbanten.com
22 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


  • Trending
  • Comments
  • Latest
Daftar Nama 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang

Daftar Nama 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang

4 Februari 2025
Ditresnarkoba Polda Banten Amankan Pelaku Penyalahgunaan Obat Terlarang

Ditresnarkoba Polda Banten Amankan Pelaku Penyalahgunaan Obat Terlarang

4 Desember 2024
Hery Haryanto Azumi: NU Bangkit dari Arus Bawah Menuju Solusi Nasional

GKB-NU: Bersama Prabowo, Indonesia Harus Jadi Penjaga Perdamaian Dunia di Board of Peace

3 Februari 2026
Electrolux Buka Showroom and Service Center di Gading Serpong

Electrolux Buka Showroom and Service Center di Gading Serpong

6 April 2022

MI dan MA Pembangunan UIN Jakarta Borong Prestasi di Jakarta Madrasah Award 2026

4 Februari 2026
Harumkan Nama Indonesia, Audric Tsai Tembus VEX Robotics World Championship

Harumkan Nama Indonesia, Audric Tsai Tembus VEX Robotics World Championship

4 Februari 2026
Hery Haryanto Azumi: NU Bangkit dari Arus Bawah Menuju Solusi Nasional

GKB-NU: Bersama Prabowo, Indonesia Harus Jadi Penjaga Perdamaian Dunia di Board of Peace

3 Februari 2026
Alfamidi Gelar Pelatihan Eco Enzyme, Warga Antusias Kelola Sampah Organik

Alfamidi Gelar Pelatihan Eco Enzyme, Warga Antusias Kelola Sampah Organik

30 Januari 2026
Facebook Twitter Instagram TikTok
Kabarbanten.com

Disclaimer | Kode Etik | Privacy Policy |

Tentang Kami | Pedoman Media Siber 

 Contact

© 2020-2024 Kabarbanten.com. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita

© 2020-2024 Kabarbanten.com. All Rights Reserved