Kabarbanten.com
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Kabarbanten.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Stafsus Presiden Fadjroel Rachman: Pandemi Peluang Perbaiki Ekosistem Pendidikan

kabarbanten.com
13 Februari 2021
Stafsus Presiden Fadjroel Rachman: Pandemi Peluang Perbaiki Ekosistem Pendidikan

Juru Bicara Presiden M. Fadjroel Rachman saat menjadi pembicara kunci pada Webinar Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok, Sabtu (13/02/2021) pagi. (Sumber: Tangkapan Layar Webinar via Zoom)

Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Komunikasi dan Juru Bicara (Jubir) Presiden M. Fadjroel Rachman menyampaikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu prioritas utama Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci pada Webinar Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok, Sumatra Barat, Sabtu (13/02/2021) pagi. Webinar ini mengambil tema “Tantangan Pendidikan Menghadapi Era 4.0 Masa Pandemi COVID-19”.

“Seperti yang terdapat pada panca kerja Presiden Joko Widodo, salah satunya bahwa pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Adapun lima program prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi-Wapres Ma’ruf Amin yakni pengembangan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi dari sumber daya alam (SDA) menjadi industri bernilai tambah.

Mengutip Pernyataan Presiden, Fadjroel mengatakan, di era disrupsi digital dan hiperkompetisi serta perubahan dunia yang sangat cepat ini, penting untuk memerdekakan mahasiswa untuk bisa belajar kepada siapa saja.

“Presiden Joko Widodo memberi pesan kepada mahasiswa, jadilah manusia yang merdeka dan bisa belajar kepada siapa saja. Banyak hal yang belum sempat dibukukan sudah berubah di lapangan, banyak karakter kerja yang tidak bisa ditangkap hanya melalui membaca tetapi harus terus mengalami pengalaman nyata,” ujarnya.

Fadjroel menambahkan, Presiden juga mengingatkan agar dunia pendidikan tidak terjebak dalam rutinitas. “Cara-cara baru harus kita kembangkan, keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus ditumbuhkan, kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan,” ujarnya mengutip arahan Presiden dalam Dies Natalies ke-58 Universitas Brawijaya beberapa waktu lalu.

Di era disrupsi ini, ungkap Fadjroel, terdapat tiga tantangan yang dihadapi terkait pengembangan SDM. Pertama, Indonesia adalah bangsa heterogen yang memiliki perbedaan karakter sosial budaya di setiap wilayah sehingga memengaruhi cara membangun SDM dan hasil yang diperoleh. Kedua, kelembagaan pendidikan, termasuk masalah infrastruktur dan fasilitas pendidikan, tenaga pengajar, dan kurikulum metode pengajaran. Serta ketiga, kesenjangan sosial digital atau social digital divide.

Untuk itu, Fadjroel mengajak perguruan tinggi dan lingkungan sekolah untuk bersama-sama bersinergi melaksanakan gerakan literasi sekolah dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Guru dan dosen adalah garis depan dalam upaya mencerdaskan bangsa, mendorong Indonesia Maju, membangun modal budaya, dan dalam meningkatkan SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.

Fadjroel juga mengajak para tenaga pendidik untuk bersama-sama menyebarkan informasi yang benar serta memerangi penyebaran hoaks yang sangat marak terjadi termasuk di tengah pandemi yang melanda saat ini.

“Sebagaimana temuan dari Tim Peneliti MIT, bahwa di Twitter informasi tidak benar menyebar enam kali lebih cepat dan jumlahnya 10-20 kali lebih banyak dari pada informasi benar. Ini adalah tantangan bagi guru dan dosen di era revolusi digital,” ungkapnya.

Jubir Presiden juga mengajak para tenaga pendidik untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus kondisi pandemi yang tengah terjadi.

Saat ini, imbuhnya, proses belajar mengajar berubah secara drastis dari tatap muka menjadi daring yang sangat bergantung pada teknologi. Tenaga pendidik pun harus beradaptasi dan menemukan cara-cara baru untuk menghadapi kondisi tersebut.

“Mari kita jadikan pandemi sebagai momentum memperbaiki ekosistem pendidikan nasional. Sebab, pandemi memiliki dua wajah, bahaya dan peluang. Bahayanya kita tangani, kemudian peluangnya kita gunakan untuk memperbaiki pendidikan kita,” tuturnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UMMY Solok Syahro Ali Akbar. Turut menjadi pembicara Dosen Universitas Negeri Padang Yenni Hayati dan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sumatra Barat Irsyad. Webinar ini itu diikuti oleh 155 peserta yang terdiri dari dosen, guru, mahasiswa, praktisi pendidikan, dan masyarakat umum di Sumatra Barat, khususnya Solok. (FID/UN)

ADVERTISEMENT

Juru Bicara Presiden M. Fadjroel Rachman saat menjadi pembicara kunci pada Webinar Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok, Sabtu (13/02/2021) pagi. (Sumber: Tangkapan Layar Webinar via Zoom)

Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Komunikasi dan Juru Bicara (Jubir) Presiden M. Fadjroel Rachman menyampaikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu prioritas utama Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci pada Webinar Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok, Sumatra Barat, Sabtu (13/02/2021) pagi. Webinar ini mengambil tema “Tantangan Pendidikan Menghadapi Era 4.0 Masa Pandemi COVID-19”.

“Seperti yang terdapat pada panca kerja Presiden Joko Widodo, salah satunya bahwa pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Adapun lima program prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi-Wapres Ma’ruf Amin yakni pengembangan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi dari sumber daya alam (SDA) menjadi industri bernilai tambah.

Mengutip Pernyataan Presiden, Fadjroel mengatakan, di era disrupsi digital dan hiperkompetisi serta perubahan dunia yang sangat cepat ini, penting untuk memerdekakan mahasiswa untuk bisa belajar kepada siapa saja.

“Presiden Joko Widodo memberi pesan kepada mahasiswa, jadilah manusia yang merdeka dan bisa belajar kepada siapa saja. Banyak hal yang belum sempat dibukukan sudah berubah di lapangan, banyak karakter kerja yang tidak bisa ditangkap hanya melalui membaca tetapi harus terus mengalami pengalaman nyata,” ujarnya.

Fadjroel menambahkan, Presiden juga mengingatkan agar dunia pendidikan tidak terjebak dalam rutinitas. “Cara-cara baru harus kita kembangkan, keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus ditumbuhkan, kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan,” ujarnya mengutip arahan Presiden dalam Dies Natalies ke-58 Universitas Brawijaya beberapa waktu lalu.

Di era disrupsi ini, ungkap Fadjroel, terdapat tiga tantangan yang dihadapi terkait pengembangan SDM. Pertama, Indonesia adalah bangsa heterogen yang memiliki perbedaan karakter sosial budaya di setiap wilayah sehingga memengaruhi cara membangun SDM dan hasil yang diperoleh. Kedua, kelembagaan pendidikan, termasuk masalah infrastruktur dan fasilitas pendidikan, tenaga pengajar, dan kurikulum metode pengajaran. Serta ketiga, kesenjangan sosial digital atau social digital divide.

Untuk itu, Fadjroel mengajak perguruan tinggi dan lingkungan sekolah untuk bersama-sama bersinergi melaksanakan gerakan literasi sekolah dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Guru dan dosen adalah garis depan dalam upaya mencerdaskan bangsa, mendorong Indonesia Maju, membangun modal budaya, dan dalam meningkatkan SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.

Fadjroel juga mengajak para tenaga pendidik untuk bersama-sama menyebarkan informasi yang benar serta memerangi penyebaran hoaks yang sangat marak terjadi termasuk di tengah pandemi yang melanda saat ini.

“Sebagaimana temuan dari Tim Peneliti MIT, bahwa di Twitter informasi tidak benar menyebar enam kali lebih cepat dan jumlahnya 10-20 kali lebih banyak dari pada informasi benar. Ini adalah tantangan bagi guru dan dosen di era revolusi digital,” ungkapnya.

Jubir Presiden juga mengajak para tenaga pendidik untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus kondisi pandemi yang tengah terjadi.

Saat ini, imbuhnya, proses belajar mengajar berubah secara drastis dari tatap muka menjadi daring yang sangat bergantung pada teknologi. Tenaga pendidik pun harus beradaptasi dan menemukan cara-cara baru untuk menghadapi kondisi tersebut.

“Mari kita jadikan pandemi sebagai momentum memperbaiki ekosistem pendidikan nasional. Sebab, pandemi memiliki dua wajah, bahaya dan peluang. Bahayanya kita tangani, kemudian peluangnya kita gunakan untuk memperbaiki pendidikan kita,” tuturnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UMMY Solok Syahro Ali Akbar. Turut menjadi pembicara Dosen Universitas Negeri Padang Yenni Hayati dan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sumatra Barat Irsyad. Webinar ini itu diikuti oleh 155 peserta yang terdiri dari dosen, guru, mahasiswa, praktisi pendidikan, dan masyarakat umum di Sumatra Barat, khususnya Solok. (FID/UN)

Tags: IndonesiaNasionalNusantara
Share3Tweet2SendShare
Previous Post

128 Personel Polisi Kawal Muskot IPSI Cilegon

Next Post

20.170 Masker Dibagikan di 77 Titik di Tangerang

Related Posts

Nasional

MI dan MA Pembangunan UIN Jakarta Borong Prestasi di Jakarta Madrasah Award 2026

kabarbanten.com
4 Februari 2026
Harumkan Nama Indonesia, Audric Tsai Tembus VEX Robotics World Championship
Nasional

Harumkan Nama Indonesia, Audric Tsai Tembus VEX Robotics World Championship

kabarbanten.com
4 Februari 2026
Hery Haryanto Azumi: NU Bangkit dari Arus Bawah Menuju Solusi Nasional
Nasional

GKB-NU: Bersama Prabowo, Indonesia Harus Jadi Penjaga Perdamaian Dunia di Board of Peace

kabarbanten.com
3 Februari 2026
Alfamidi Gelar Pelatihan Eco Enzyme, Warga Antusias Kelola Sampah Organik
Nasional

Alfamidi Gelar Pelatihan Eco Enzyme, Warga Antusias Kelola Sampah Organik

kabarbanten.com
30 Januari 2026
Borong Enam Gelar Nasional, SWA RoboKnights Wakili Indonesia ke Kejuaraan Dunia VEX Robotics AS
Nasional

Borong Enam Gelar Nasional, SWA RoboKnights Wakili Indonesia ke Kejuaraan Dunia VEX Robotics AS

kabarbanten.com
29 Januari 2026
UIN Jakarta–BRIN Bahas Penguatan Kolaborasi Riset
Nasional

UIN Jakarta–BRIN Bahas Penguatan Kolaborasi Riset

kabarbanten.com
22 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


  • Trending
  • Comments
  • Latest
Daftar Nama 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang

Daftar Nama 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang

4 Februari 2025
Ditresnarkoba Polda Banten Amankan Pelaku Penyalahgunaan Obat Terlarang

Ditresnarkoba Polda Banten Amankan Pelaku Penyalahgunaan Obat Terlarang

4 Desember 2024
Hery Haryanto Azumi: NU Bangkit dari Arus Bawah Menuju Solusi Nasional

GKB-NU: Bersama Prabowo, Indonesia Harus Jadi Penjaga Perdamaian Dunia di Board of Peace

3 Februari 2026
Electrolux Buka Showroom and Service Center di Gading Serpong

Electrolux Buka Showroom and Service Center di Gading Serpong

6 April 2022

MI dan MA Pembangunan UIN Jakarta Borong Prestasi di Jakarta Madrasah Award 2026

4 Februari 2026
Harumkan Nama Indonesia, Audric Tsai Tembus VEX Robotics World Championship

Harumkan Nama Indonesia, Audric Tsai Tembus VEX Robotics World Championship

4 Februari 2026
Hery Haryanto Azumi: NU Bangkit dari Arus Bawah Menuju Solusi Nasional

GKB-NU: Bersama Prabowo, Indonesia Harus Jadi Penjaga Perdamaian Dunia di Board of Peace

3 Februari 2026
Alfamidi Gelar Pelatihan Eco Enzyme, Warga Antusias Kelola Sampah Organik

Alfamidi Gelar Pelatihan Eco Enzyme, Warga Antusias Kelola Sampah Organik

30 Januari 2026
Facebook Twitter Instagram TikTok
Kabarbanten.com

Disclaimer | Kode Etik | Privacy Policy |

Tentang Kami | Pedoman Media Siber 

 Contact

© 2020-2024 Kabarbanten.com. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita

© 2020-2024 Kabarbanten.com. All Rights Reserved