Kabarbanten.com
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Kabarbanten.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Wapres Pimpin Rakor Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di NTT

kabarbanten.com
17 Oktober 2021
Wapres Pimpin Rakor Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di NTT

Wapres Ma’ruf Amin (Foto: BPMI Setwapres)

Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (17/10/2021), di Kupang.

Pertemuan ini merupakan titik akhir dari rangkaian kunjungan kerja Wapres ke tujuh provinsi prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem di tahun 2021.

“Rapat ini juga merupakan rangkaian dari kunjungan kerja saya ke tujuh provinsi prioritas tahun 2021 yang sudah dimulai sejak akhir September lalu di Bandung (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur), Semarang (Jawa Tengah), Ambon (Maluku), Manokwari (Papua Barat), dan Jayapura (Papua),” ujar Wapres.

Rangkaian kunjungan kerja ini, lanjutnya, untuk melakukan koordinasi sebagai upaya percepatan penanganan kemiskinan ekstrem. Pemerintah menargetkan nol kemiskinan ekstrem di Indonesia pada akhir tahun 2024.

“Bapak Presiden telah menetapkan target kemiskinan ekstrem harus dapat dihilangkan pada akhir tahun 2024,” tegas Wapres.

Di NTT, pada tahun 2021 pemerintah memfokuskan penanggulangan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten yang menjadi sasaran prioritas. Kelima kabupaten tersebut adalah Manggarai Timur, Sumba Timur, Sumba Tengah, Rote Ndao, dan Timor Tengah Selatan.

Diungkapkan Wapres, pada pertemuan dengan para gubernur dan bupati dari wilayah prioritas penanganan kemiskinan ekstrem pada tanggal 28 September lalu dirinya telah mendapatkan penjelasan yang sangat komprehensif dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat tentang program-program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi NTT.

“Saya memandang berbagai program yang mendorong peningkatan sektor produksi, khususnya sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, maupun program-program di sektor pendidikan dan kesehatan sangat mendukung strategi penanggulangan kemiskinan dan khususnya untuk kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Dalam pertemuan ini, Wapres kembali menekankan bahwa anggaran bukanlah isu utama dalam upaya penanganan kemiskinan ekstrem, namun tantangan sebenarnya adalah bagaimana membuat program pemerintah agar tepat sasaran.

“Tantangan terbesar kita adalah bagaimana memastikan seluruh program tadi, baik program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dapat diterima oleh rumah tangga miskin ekstrem yang ada di lima wilayah kabupaten prioritas tersebut,” ujarnya.

Tantangan berikutnya, tutur Wapres adalah keterbatasan waktu pada tahun 2021 yang tersisa kurang dari tiga bulan untuk mencapai target pengentasan kemiskinan ekstrem di tahun 2021. Oleh karena itu, ujar Wapres upaya tersebut tidak bisa hanya dilakukan dengan mengandalkan program perlindungan sosial dan pemberdayaan yang reguler.

“Untuk itu, pada tiga bulan terakhir 2021 ini kita akan menambahkan upaya khusus menggunakan program yang ada, yaitu Program Sembako dan BLT Desa,” ujarnya.

Program bantuan tersebut, ujar Wapres, didistribusikan sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos), serta daftar nama yang digunakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.

Perbaiki Data
Menanggapi masalah data rumah tangga miskin ekstrem yang belum sempurna, Wapres memberikan arahan agar perbaikan data terus diupayakan.

“Saya minta agar perbaikan data terus dilakukan, sehingga untuk pelaksanaan program-program pada tahun 2022 sampai tahun 2024, kita dapat menggunakan data rumah tangga miskin ekstrem yang lebih mutakhir dan akurat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wapres juga memberikan kesempatan kepada Gubernur NTT dan para Bupati daerah prioritas untuk melaporkan kondisi daerahnya disertai kendala yang dihadapi dan usulan yang dapat dilakukan Pemerintah Pusat untuk mendorong percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem.

“Saya ingin mendengar pandangan dan usulan Bapak Gubernur dan para Bupati dari lima kabupaten prioritas tahun 2021 tentang upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayahnya masing-masing, sebagai masukan juga bagi Pemerintah Pusat untuk mempersiapkan kebijakan penanggulangan kemiskinan ekstrem untuk tahun 2022-2024 mendatang,” tandasnya.

Sebagai informasi, jumlah rumah tangga miskin ekstrem di lima kabupaten prioritas di NTT mencapai 212.672 jiwa dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem sebanyak 89.410.

Jumlah tersebut tersebar di Kabupaten Sumba Timur dengan tingkat kemiskinan ekstrem 17,47 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 45.550 jiwa; Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan tingkat kemiskinan ekstrem 17.30 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 81.180 jiwa; Kabupaten Rote Ndao dengan tingkat kemiskinan ekstrem 16,21 persen jumlah dan penduduk miskin ekstrem 28.720 jiwa; Kabupaten Sumba Tengah dengan tingkat kemiskinan ekstrem 21,51 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 15.820 jiwa; serta Kabupaten Manggarai Timur dengan tingkat kemiskinan ekstrem 15,43 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 44.630 jiwa.

Tampak hadir dalam rapat tersebut antara lain Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, Bupati Sumba Timur Khristofel Praing, Bupati Sumba Tengah Paulus SK Limu, Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek, dan Bupati Timor Tengah Selatan Egusem Pieter Tahun.

Hadir mendampingi Wapres dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki. (BPMI SETWAPRES/UN)

Kunjungi laman resmi Wapres melalui tautan ini.

#Wapres
Berita terkait: > Wapres Tegaskan Komitmen Pemerintah Percepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem > Wapres Resmikan Pembangunan BLK Komunitas di Papua dan Papua Barat > Penataan Kawasan Marina Labuan Bajo Ditargetkan Selesai November Mendatang > Pengarahan kepada Direktur Utama BUMN, di Ballroom Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 14 Oktober 2021 > Wujudkan BUMN Go Global, Presiden Minta Adaptasi Teknologi Secepatnya
ADVERTISEMENT

Wapres Ma’ruf Amin (Foto: BPMI Setwapres)

Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (17/10/2021), di Kupang.

Pertemuan ini merupakan titik akhir dari rangkaian kunjungan kerja Wapres ke tujuh provinsi prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem di tahun 2021.

“Rapat ini juga merupakan rangkaian dari kunjungan kerja saya ke tujuh provinsi prioritas tahun 2021 yang sudah dimulai sejak akhir September lalu di Bandung (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur), Semarang (Jawa Tengah), Ambon (Maluku), Manokwari (Papua Barat), dan Jayapura (Papua),” ujar Wapres.

Rangkaian kunjungan kerja ini, lanjutnya, untuk melakukan koordinasi sebagai upaya percepatan penanganan kemiskinan ekstrem. Pemerintah menargetkan nol kemiskinan ekstrem di Indonesia pada akhir tahun 2024.

“Bapak Presiden telah menetapkan target kemiskinan ekstrem harus dapat dihilangkan pada akhir tahun 2024,” tegas Wapres.

Di NTT, pada tahun 2021 pemerintah memfokuskan penanggulangan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten yang menjadi sasaran prioritas. Kelima kabupaten tersebut adalah Manggarai Timur, Sumba Timur, Sumba Tengah, Rote Ndao, dan Timor Tengah Selatan.

Diungkapkan Wapres, pada pertemuan dengan para gubernur dan bupati dari wilayah prioritas penanganan kemiskinan ekstrem pada tanggal 28 September lalu dirinya telah mendapatkan penjelasan yang sangat komprehensif dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat tentang program-program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi NTT.

“Saya memandang berbagai program yang mendorong peningkatan sektor produksi, khususnya sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, maupun program-program di sektor pendidikan dan kesehatan sangat mendukung strategi penanggulangan kemiskinan dan khususnya untuk kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Dalam pertemuan ini, Wapres kembali menekankan bahwa anggaran bukanlah isu utama dalam upaya penanganan kemiskinan ekstrem, namun tantangan sebenarnya adalah bagaimana membuat program pemerintah agar tepat sasaran.

“Tantangan terbesar kita adalah bagaimana memastikan seluruh program tadi, baik program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dapat diterima oleh rumah tangga miskin ekstrem yang ada di lima wilayah kabupaten prioritas tersebut,” ujarnya.

Tantangan berikutnya, tutur Wapres adalah keterbatasan waktu pada tahun 2021 yang tersisa kurang dari tiga bulan untuk mencapai target pengentasan kemiskinan ekstrem di tahun 2021. Oleh karena itu, ujar Wapres upaya tersebut tidak bisa hanya dilakukan dengan mengandalkan program perlindungan sosial dan pemberdayaan yang reguler.

“Untuk itu, pada tiga bulan terakhir 2021 ini kita akan menambahkan upaya khusus menggunakan program yang ada, yaitu Program Sembako dan BLT Desa,” ujarnya.

Program bantuan tersebut, ujar Wapres, didistribusikan sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos), serta daftar nama yang digunakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.

Perbaiki Data
Menanggapi masalah data rumah tangga miskin ekstrem yang belum sempurna, Wapres memberikan arahan agar perbaikan data terus diupayakan.

“Saya minta agar perbaikan data terus dilakukan, sehingga untuk pelaksanaan program-program pada tahun 2022 sampai tahun 2024, kita dapat menggunakan data rumah tangga miskin ekstrem yang lebih mutakhir dan akurat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wapres juga memberikan kesempatan kepada Gubernur NTT dan para Bupati daerah prioritas untuk melaporkan kondisi daerahnya disertai kendala yang dihadapi dan usulan yang dapat dilakukan Pemerintah Pusat untuk mendorong percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem.

“Saya ingin mendengar pandangan dan usulan Bapak Gubernur dan para Bupati dari lima kabupaten prioritas tahun 2021 tentang upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayahnya masing-masing, sebagai masukan juga bagi Pemerintah Pusat untuk mempersiapkan kebijakan penanggulangan kemiskinan ekstrem untuk tahun 2022-2024 mendatang,” tandasnya.

Sebagai informasi, jumlah rumah tangga miskin ekstrem di lima kabupaten prioritas di NTT mencapai 212.672 jiwa dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem sebanyak 89.410.

Jumlah tersebut tersebar di Kabupaten Sumba Timur dengan tingkat kemiskinan ekstrem 17,47 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 45.550 jiwa; Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan tingkat kemiskinan ekstrem 17.30 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 81.180 jiwa; Kabupaten Rote Ndao dengan tingkat kemiskinan ekstrem 16,21 persen jumlah dan penduduk miskin ekstrem 28.720 jiwa; Kabupaten Sumba Tengah dengan tingkat kemiskinan ekstrem 21,51 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 15.820 jiwa; serta Kabupaten Manggarai Timur dengan tingkat kemiskinan ekstrem 15,43 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 44.630 jiwa.

Tampak hadir dalam rapat tersebut antara lain Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, Bupati Sumba Timur Khristofel Praing, Bupati Sumba Tengah Paulus SK Limu, Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek, dan Bupati Timor Tengah Selatan Egusem Pieter Tahun.

Hadir mendampingi Wapres dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki. (BPMI SETWAPRES/UN)

Kunjungi laman resmi Wapres melalui tautan ini.

#Wapres
Berita terkait: > Wapres Tegaskan Komitmen Pemerintah Percepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem > Wapres Resmikan Pembangunan BLK Komunitas di Papua dan Papua Barat > Penataan Kawasan Marina Labuan Bajo Ditargetkan Selesai November Mendatang > Pengarahan kepada Direktur Utama BUMN, di Ballroom Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 14 Oktober 2021 > Wujudkan BUMN Go Global, Presiden Minta Adaptasi Teknologi Secepatnya
Tags: IndonesiaNasionalNusantara
Share3Tweet2SendShare
Previous Post

Insiden Kabel Semrawut di Ciputat Kembali Makan Korban, Tersangkut Truk Timpa Mobil dan Warung

Next Post

HERO Group Buka Layanan Sentra Vaksinasi Untuk karyawan dan Masyarakat

Related Posts

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso
Nasional

Demo DPR Berujung Kerusuhan, IPW Desak Polri Ungkap Provokator dan Penyandang Dana

kabarbanten.com
2 September 2026
Di Silatnas MA IPNU, Hery Haryanto Azumi Serukan Muktamar NU ke-35 Kedepankan Adu Gagasan, Kompetisi Sehat, dan Ukhuwah
Nasional

Di Silatnas MA IPNU, Hery Haryanto Azumi Serukan Muktamar NU ke-35 Kedepankan Adu Gagasan, Kompetisi Sehat, dan Ukhuwah

kabarbanten.com
8 Agustus 2026
Akademisi, Praktisi Hukum dan Eks Pimpinan KPK Sepakat Reformasi Kejaksaan Harus Dipercepat
Nasional

Akademisi, Praktisi Hukum dan Eks Pimpinan KPK Sepakat Reformasi Kejaksaan Harus Dipercepat

kabarbanten.com
5 Agustus 2026
KH Zulfa Mustofa Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan dan Kebijaksanaan Memimpin Bangsa
Nasional

KH Zulfa Mustofa Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan dan Kebijaksanaan Memimpin Bangsa

kabarbanten.com
31 Juli 2026
Kemenag Perkuat PSGA sebagai Pusat Rujukan Gender dan Anak, Wujudkan Kampus Bahagia Tanpa Kekerasan
Nasional

Kemenag Perkuat PSGA sebagai Pusat Rujukan Gender dan Anak, Wujudkan Kampus Bahagia Tanpa Kekerasan

kabarbanten.com
3 Juli 2026
Gus Hery Haryanto Azumi Dapat Restu dari KH Said Aqil Siroj Maju Ketua Umum PBNU
Nasional

Gus Hery Haryanto Azumi Dapat Restu dari KH Said Aqil Siroj Maju Ketua Umum PBNU

kabarbanten.com
27 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


  • Trending
  • Comments
  • Latest
Daftar Nama 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang

Daftar Nama 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang

4 Februari 2025
Peta Wilayah Pamulang Tahun 1942

Peta Wilayah Pamulang Tahun 1942

31 Agustus 2021
Airin Rachmi Diany Dikalungi Selendang oleh Keluarga Aria Wangsakara

Airin Rachmi Diany Dikalungi Selendang oleh Keluarga Aria Wangsakara

21 Desember 2023
Ditresnarkoba Polda Banten Amankan Pelaku Penyalahgunaan Obat Terlarang

Ditresnarkoba Polda Banten Amankan Pelaku Penyalahgunaan Obat Terlarang

4 Desember 2024
IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

12 September 2026

Pilar Saga Ichsan Tinjau Pembangunan Turap di Vila Pamulang, Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah

3 September 2026
Komisi Informasi Banten Nilai Inovasi Pemkot Tangsel Semakin Meningkat

Komisi Informasi Banten Nilai Inovasi Pemkot Tangsel Semakin Meningkat

3 September 2026
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso

Demo DPR Berujung Kerusuhan, IPW Desak Polri Ungkap Provokator dan Penyandang Dana

2 September 2026
Facebook Twitter Instagram TikTok
Kabarbanten.com

Disclaimer | Kode Etik | Privacy Policy |

Tentang Kami | Pedoman Media Siber 

 Contact

© 2020-2024 Kabarbanten.com. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita

© 2020-2024 Kabarbanten.com. All Rights Reserved