Kabarbanten.com
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Kabarbanten.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Presidensi G20 Indonesia, Inilah Prakarsa G20 Tangani Tantangan Global

kabarbanten.com
15 September 2021
Presidensi G20 Indonesia, Inilah Prakarsa G20 Tangani Tantangan Global

G20 adalah forum yang diinisiasi saat terjadi krisis finansial pada tahun 2008-2009, yang melahirkan sebuah forum pertemuan antarkepala negara pada tahun 2009. Berbagai prakarsa dari G20 memiliki peranan yang sangat strategis dalam membahas berbagai isu global berkenaan dengan pertumbuhan perekonomian serta stabilitas ekonomi maupun keuangan.

Hal ini diungkap oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan pers bersama terkait Kesiapan Presidensi Indonesia di G20 Tahun 2022, Selasa (14/09/2021) malam.

“Ini (terbentuknya forum G20) terjadi pada tahun 2008/2009 dengan forum yang dibuat pada level pimpinan negara yang didukung sepenuhnya agendanya oleh finance track. Finance track terdiri dari Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, di mana pada saat itu dilakukan upaya untuk menstabilkan dan mereformasi sektor keuangan global dan bagaimana negara-negara dunia terutama di G20 melakukan stimulus ekonomi global sehingga bisa terjadi pemulihan ekonomi kembali,” jelas Menkeu.

Pada tahun 2020, dunia menghadapi krisis yaitu terjadinya pandemi COVID-19. Meskipun persoalannya adalah persoalan kesehatan, namun dampaknya sangat luas di bidang ekonomi dan keuangan. G20 pun memrakarsai G20 Action Plan. Menkeu memaparkan, pada G20 action plan ini terdapat prakarsa mengenai akselerasi pengadaan vaksin, serta pemberian dukungan bagi banyak negara yang mengalami kesulitan keuangan dalam situasi krisis global akibat pandemi.

“G20 juga telah melakukan pembahasan dan reformasi di bidang arsitektur keuangan global, terutama dalam memperkuat jaring pengaman keuangan internasional dan upaya penciptaan tata kelola debt sustainability and transparency atau sustainabilitas dari pengelolaan utang dan juga transparansi dari pinjaman-pinjaman atau utang di semua negara terutama negara-negara miskin yang mendapatkan dana dari berbagai pihak,” ujarnya.

Prakarsa forum G20 selanjutnya adalah pembahasan mengenai isu perang dagang dalam perdagangan internasional. Menkeu menyebut bahwa dalam forum G20 dilakukan berbagai langkah untuk mendukung pemulihan perdagangan internasional, termasuk dalam mereformasi WTO sebagaimana yang tercantum dalam Riyadh Initiative saat Presidensi G20 di Saudi Arabia.

“Kemudian, dalam forum G20 juga dibahas mengenai pengembangan infrastruktur terutama dari aspek keuangan. Bagaimana prinsip-prinsip investasi infrastruktur yang berkualitas, dan dibentuklah apa yang disebut Global Infrastructure Hub, ini sejak Presidensi Australia,” terangnya.

Selanjutnya, dalam prakarsa pengembangan infrastruktur keuangan Sri Mulyani juga mengatakan dilakukannya roadmap infrastructure as on asset class yaitu membentuk kelas aset yang terdiri dari proyek-proyek infrastruktur yang berkualitas, dan membangun infratech.

“Dari sisi perpajakan global, G20 memiliki banyak sekali kemajuan di dalam pembahasan mengenai perpajakan global. Ini terutama untuk membahas bagaimana negara-negara saling bersaing sehingga menimbulkan praktik yang merugikan basis pajak di negara-negara tersebut. Maka, kemudian dibuat inisiatif agar semua negara bisa menjalankan suatu koordinasi yang memproteksi atau melindungi basis pajak dari suatu perekonomian atau negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam prakarsa G20 mengenai perpajakan internasional ini, forum G20 juga berhasil melahirkan Automatic Exchange of Information atau pertukaran data secara otomatis untuk keperluan perpajakan. Selain itu terdapat pembahasan pajak sektor digital yang transaksinya bersifat lintas batas negara atau melewati batas suatu negara atau perekonomian.

“G20 juga dibahas mengenai global partnership, yaitu bagaimana negara-negara tidak hanya G20 tapi negara-negara di dunia bisa bersama-sama membantu negara miskin. Di dalam Presidensi Indonesia ini akan termasuk topik yang akan didorong, terutama negara-negara miskin dan negara berkembang khususnya di Afrika,” tukas Menkeu.

Menkeu mengatakan, saat pertemuan G20 di Jerman dibuatlah Compact with Africa di mana berisi dukungan untuk negara-negara Afrika agar mereka bisa mengejar pembangunannya. Kemudian juga ada G20 Energy Access Action Plan, yaitu rencana untuk bisa mengejar ketertinggalan di bidang akses energi terutama di negara-negara miskin yang masih belum memiliki rasio elektrifikasi yang memadai.

“Di dalam rangka kita melihat adanya pandemi sebagai tantangan, dibuat juga (prakarsa G20) Global Antimicrobial Resistance R&D Hub atau suatu pusat untuk penelitian resistensi antimikroba yang sifatnya global,” pungkas Menkeu. (TGH/HUMAS KEMENKEU/UN)

#G20 INDONESIA
Berita terkait: > Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, 13 September 2021, di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah > Perpres 82/2021 Terbit, Menag: Wujud Komitmen Besar Pemerintah ke Pesantren > Groundbreaking Pabrik Industri Baterai Kendaraan Listrik PT. HKML Battery Indonesia, 15 September 2021, di Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat > Kemenkes: PeduliLindungi Dapat Digunakan Pemegang Kartu Vaksin Luar Negeri > Pertemuan Majelis Rektor PTN, Presiden Jokowi: Lahirkan Mahasiswa Unggul dan Utuh
ADVERTISEMENT

G20 adalah forum yang diinisiasi saat terjadi krisis finansial pada tahun 2008-2009, yang melahirkan sebuah forum pertemuan antarkepala negara pada tahun 2009. Berbagai prakarsa dari G20 memiliki peranan yang sangat strategis dalam membahas berbagai isu global berkenaan dengan pertumbuhan perekonomian serta stabilitas ekonomi maupun keuangan.

Hal ini diungkap oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan pers bersama terkait Kesiapan Presidensi Indonesia di G20 Tahun 2022, Selasa (14/09/2021) malam.

“Ini (terbentuknya forum G20) terjadi pada tahun 2008/2009 dengan forum yang dibuat pada level pimpinan negara yang didukung sepenuhnya agendanya oleh finance track. Finance track terdiri dari Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, di mana pada saat itu dilakukan upaya untuk menstabilkan dan mereformasi sektor keuangan global dan bagaimana negara-negara dunia terutama di G20 melakukan stimulus ekonomi global sehingga bisa terjadi pemulihan ekonomi kembali,” jelas Menkeu.

Pada tahun 2020, dunia menghadapi krisis yaitu terjadinya pandemi COVID-19. Meskipun persoalannya adalah persoalan kesehatan, namun dampaknya sangat luas di bidang ekonomi dan keuangan. G20 pun memrakarsai G20 Action Plan. Menkeu memaparkan, pada G20 action plan ini terdapat prakarsa mengenai akselerasi pengadaan vaksin, serta pemberian dukungan bagi banyak negara yang mengalami kesulitan keuangan dalam situasi krisis global akibat pandemi.

“G20 juga telah melakukan pembahasan dan reformasi di bidang arsitektur keuangan global, terutama dalam memperkuat jaring pengaman keuangan internasional dan upaya penciptaan tata kelola debt sustainability and transparency atau sustainabilitas dari pengelolaan utang dan juga transparansi dari pinjaman-pinjaman atau utang di semua negara terutama negara-negara miskin yang mendapatkan dana dari berbagai pihak,” ujarnya.

Prakarsa forum G20 selanjutnya adalah pembahasan mengenai isu perang dagang dalam perdagangan internasional. Menkeu menyebut bahwa dalam forum G20 dilakukan berbagai langkah untuk mendukung pemulihan perdagangan internasional, termasuk dalam mereformasi WTO sebagaimana yang tercantum dalam Riyadh Initiative saat Presidensi G20 di Saudi Arabia.

“Kemudian, dalam forum G20 juga dibahas mengenai pengembangan infrastruktur terutama dari aspek keuangan. Bagaimana prinsip-prinsip investasi infrastruktur yang berkualitas, dan dibentuklah apa yang disebut Global Infrastructure Hub, ini sejak Presidensi Australia,” terangnya.

Selanjutnya, dalam prakarsa pengembangan infrastruktur keuangan Sri Mulyani juga mengatakan dilakukannya roadmap infrastructure as on asset class yaitu membentuk kelas aset yang terdiri dari proyek-proyek infrastruktur yang berkualitas, dan membangun infratech.

“Dari sisi perpajakan global, G20 memiliki banyak sekali kemajuan di dalam pembahasan mengenai perpajakan global. Ini terutama untuk membahas bagaimana negara-negara saling bersaing sehingga menimbulkan praktik yang merugikan basis pajak di negara-negara tersebut. Maka, kemudian dibuat inisiatif agar semua negara bisa menjalankan suatu koordinasi yang memproteksi atau melindungi basis pajak dari suatu perekonomian atau negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam prakarsa G20 mengenai perpajakan internasional ini, forum G20 juga berhasil melahirkan Automatic Exchange of Information atau pertukaran data secara otomatis untuk keperluan perpajakan. Selain itu terdapat pembahasan pajak sektor digital yang transaksinya bersifat lintas batas negara atau melewati batas suatu negara atau perekonomian.

“G20 juga dibahas mengenai global partnership, yaitu bagaimana negara-negara tidak hanya G20 tapi negara-negara di dunia bisa bersama-sama membantu negara miskin. Di dalam Presidensi Indonesia ini akan termasuk topik yang akan didorong, terutama negara-negara miskin dan negara berkembang khususnya di Afrika,” tukas Menkeu.

Menkeu mengatakan, saat pertemuan G20 di Jerman dibuatlah Compact with Africa di mana berisi dukungan untuk negara-negara Afrika agar mereka bisa mengejar pembangunannya. Kemudian juga ada G20 Energy Access Action Plan, yaitu rencana untuk bisa mengejar ketertinggalan di bidang akses energi terutama di negara-negara miskin yang masih belum memiliki rasio elektrifikasi yang memadai.

“Di dalam rangka kita melihat adanya pandemi sebagai tantangan, dibuat juga (prakarsa G20) Global Antimicrobial Resistance R&D Hub atau suatu pusat untuk penelitian resistensi antimikroba yang sifatnya global,” pungkas Menkeu. (TGH/HUMAS KEMENKEU/UN)

#G20 INDONESIA
Berita terkait: > Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, 13 September 2021, di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah > Perpres 82/2021 Terbit, Menag: Wujud Komitmen Besar Pemerintah ke Pesantren > Groundbreaking Pabrik Industri Baterai Kendaraan Listrik PT. HKML Battery Indonesia, 15 September 2021, di Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat > Kemenkes: PeduliLindungi Dapat Digunakan Pemegang Kartu Vaksin Luar Negeri > Pertemuan Majelis Rektor PTN, Presiden Jokowi: Lahirkan Mahasiswa Unggul dan Utuh
Tags: IndonesiaNasionalNusantara
Share3Tweet2SendShare
Previous Post

Presidensi G20, Komitmen Indonesia untuk Pemulihan Ekonomi Global

Next Post

Presiden Jokowi Groundbreaking Pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Asia Tenggara

Related Posts

Nasional

MI dan MA Pembangunan UIN Jakarta Borong Prestasi di Jakarta Madrasah Award 2026

kabarbanten.com
4 Februari 2026
Harumkan Nama Indonesia, Audric Tsai Tembus VEX Robotics World Championship
Nasional

Harumkan Nama Indonesia, Audric Tsai Tembus VEX Robotics World Championship

kabarbanten.com
4 Februari 2026
Hery Haryanto Azumi: NU Bangkit dari Arus Bawah Menuju Solusi Nasional
Nasional

GKB-NU: Bersama Prabowo, Indonesia Harus Jadi Penjaga Perdamaian Dunia di Board of Peace

kabarbanten.com
3 Februari 2026
Alfamidi Gelar Pelatihan Eco Enzyme, Warga Antusias Kelola Sampah Organik
Nasional

Alfamidi Gelar Pelatihan Eco Enzyme, Warga Antusias Kelola Sampah Organik

kabarbanten.com
30 Januari 2026
Borong Enam Gelar Nasional, SWA RoboKnights Wakili Indonesia ke Kejuaraan Dunia VEX Robotics AS
Nasional

Borong Enam Gelar Nasional, SWA RoboKnights Wakili Indonesia ke Kejuaraan Dunia VEX Robotics AS

kabarbanten.com
29 Januari 2026
UIN Jakarta–BRIN Bahas Penguatan Kolaborasi Riset
Nasional

UIN Jakarta–BRIN Bahas Penguatan Kolaborasi Riset

kabarbanten.com
22 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


  • Trending
  • Comments
  • Latest
Daftar Nama 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang

Daftar Nama 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang

4 Februari 2025
Hery Haryanto Azumi: NU Bangkit dari Arus Bawah Menuju Solusi Nasional

GKB-NU: Bersama Prabowo, Indonesia Harus Jadi Penjaga Perdamaian Dunia di Board of Peace

3 Februari 2026
Ditresnarkoba Polda Banten Amankan Pelaku Penyalahgunaan Obat Terlarang

Ditresnarkoba Polda Banten Amankan Pelaku Penyalahgunaan Obat Terlarang

4 Desember 2024
Electrolux Buka Showroom and Service Center di Gading Serpong

Electrolux Buka Showroom and Service Center di Gading Serpong

6 April 2022
Era Benyamin Davnie–Pilar Saga Ichsan, SDN Babakan 01 Bertransformasi Jadi Lebih Layak dan Modern

Era Benyamin Davnie–Pilar Saga Ichsan, SDN Babakan 01 Bertransformasi Jadi Lebih Layak dan Modern

11 Februari 2026
Pilar Saga Ichsan Hadiri Puncak HPN 2026 di Banten: Perkuat Peran Pers Hadapi Tantangan Era Digital dan AI

Pilar Saga Ichsan Hadiri Puncak HPN 2026 di Banten: Perkuat Peran Pers Hadapi Tantangan Era Digital dan AI

9 Februari 2026
Benyamin Davnie Pastikan Tumpukan Sampah di Tangsel Sudah Teratasi

Benyamin Davnie Pastikan Tumpukan Sampah di Tangsel Sudah Teratasi

9 Februari 2026
Pemkot Tangsel Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Program Keluarga Berintegritas

Pemkot Tangsel Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Program Keluarga Berintegritas

9 Februari 2026
Facebook Twitter Instagram TikTok
Kabarbanten.com

Disclaimer | Kode Etik | Privacy Policy |

Tentang Kami | Pedoman Media Siber 

 Contact

© 2020-2024 Kabarbanten.com. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Tangerang
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks Berita

© 2020-2024 Kabarbanten.com. All Rights Reserved